5 Resiko Pinjaman Online Yang Wajib Kita Ketahui

Bahaya Pinjaman Online

Pinjaman Online alias Pinjol terkadang bisa menjadi solusi untuk mendapatkan pinjaman cepat.

Bisa dibayangkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada sanak saudara dan membutuhkan dana cepat yang tidak sedikit maka Anda harus bisa mencari pinjaman sesegera mungkin.

Jika tidak segera mendapatkan pinjaman dikhawatirkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya.

Meminjam dana dengan menggunakan jaminan akan memakan proses yang lama berbeda dengan pinjaman tanpa jaminan.

Meski begitu bukan berarti pinjaman tanpa jaminan ini sempurna, tetap saja ada kekurangan yang melekat padanya.

Namun, apakah Pinjaman Online adalah solusi yang tepat? Berikut akan kami bahas di website kesayangan kita semua, LiteTeknoID

pinjaman online langsung cair

Kondisi perekonomian yang saat ini masih kurang stabil, antara harga yang masih naik dan pendapatan yang belum membaik, membuat masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya.

Akibatnya, kebutuhan akan dana cepat pun semakin meningkat. Masyarakat mencari pinjaman untuk menutupi kebutuhan yang sifatnya mendesak.

Baca juga: Masa Aktif Telkomsel Bisa Diperpanjang Dengan Cara Ini

Tapi saat ingin mengajukan pinjaman, ada saja masalah yang datang. Misalnya tidak memiliki kartu kredit ataupun jaminan untuk mengajukan ke bank.

Kesulitan itulah yang membuat sebagian orang bingung mencari pinjaman ke bank. Di sisi lain, kini bermunculan situs atau aplikasi pinjaman online cepat yang jumlahnya semakin menjamur.

Aplikasi tersebut dapat meminjamkan dana kepada nasabah tanpa harus memiliki kartu kredit atau jaminan apapun.

Hadirnya pinjaman online memberikan angin segar bagi masyarakat karena menawarkan banyak kemudahan mengambil kredit.

Namun, sejumlah resiko pinjaman online perlu dicermati calon nasabah seiring maraknya kasus pinjaman online.

Fintech sudah menggaet masuk dunia kredit Indonesia. Proses kredit yang biasanya membutuhkan waktu 1 minggu untuk cair, sekarang bisa disetujui dalam hitungan jam oleh perusahaan pinjaman online.

Pertumbuhan Fintech luar biasa. Dari hanya beberapa gelintir perusahaan, saat ini sudah ada lebih dari 30 perusahaan fintech OJK yang memberikan kredit online. Jumlah yang banyak kan?

Perlu dicatat bahwa dasar hukum pinjaman online sudah ada, yaitu POJK 77. Peraturan OJK yang mengatur pasal pinjaman online prosedur pinjaman online, apa kategori pinjaman online ilegal dan lainnya, maka pinjaman online pun tidak bisa sembarangan.

Ada beragam pilihan pinjaman cepat berbasis aplikasi yang ditawarkan, jumlahnya mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 15 juta. Biasanya jenis pinjaman yang ditawarkan hanya untuk jangka pendek.

Baca Yuk: ‘Macbook the Series’ tamat, Apple Resmi Tak Akan Rilis MacBook Lagi

Sesuatu yang baru dan inovatif, selalu ada sisi positif dan negatif. Belakangan muncul banyak keluhan di media soal kasus pinjaman online, antara lain cara penagihan yang dianggap tidak sesuai ketentuan dan melanggar privacy pengguna smartphone.

Artikel ini bukan akan membahas soal kontroversi cara penagihan perusahaan online tersebut. Tidak pula membahas cara menghindari tagihan pinjaman online untuk yang tidak bisa bayar pinjol.

Fokus artikel ini adalah mengupas resiko pinjaman online yang perlu dipahami oleh para calon nasabah. Apa risiko pinjaman online yang sebaiknya diketahui.

Saya percaya bahwa dengan pahamnya para nasabah dan calon nasabah mengenai resiko dan kekurangan pinjaman online maka mereka semua bisa mengerti “what they are going into” ketika mengambil pinjaman online.

Resiko Pinjaman Online

Apa resiko pinjaman online ? LiteTeknoID akan beberkan 5 diantaranya, termasuk resiko tidak bayar pinjaman online.

1. Bunga Tinggi (bahkan ada yang dihitung harian)

Ini fakta yang harus diketahui sejak awal bahwa tingkat bunga pinjaman online relatif tinggi. Bahkan boleh dibilang tinggi sekali.

Sampai saat ini, OJK tidak mengatur soal batasan bunga pinjaman online. Tingginya suku bunga diserahkan kepada market player, yaitu sang perusahaan pinjaman online.

Perusahaan pinjaman online memiliki alasan sendiri menerapkan bunga setinggi itu. Salah satunya, tingginya resiko nasabah online, akibat kemudahan persyaratan dan kecepatan persetujuan.

Selama nasabah peminjam tahu dan berhitung soal bunga yang harus dibayar, seharusnya tidak masalah mengambil pinjaman dengan bunga pinjaman super tinggi.

Kunjungi Ya: Teknologi Mac 2017 lalu yang bikin manja user dengan 2 fitur ini

Anyway, bunga rendah tetapi pinjaman yang sulit didapatkan itu hanya cocok bagi mereka pebisnis yang berspekulasi bahwa hutang memperlancar profitnya.

Sedangkan orang kantoran kadang suka kere di akhir bulan, kalau nunggu berminggu-minggu bisa tewas duluan lol. Jadi solusinya adalah Pinjaman tercepat yang bisa diajukan Online lewat hp kesayangan.

Masalahnya adalah mereka yang mengambil pinjaman online tanpa berhitung soal bunga baru komplain ketika sudah mengambil pinjaman yang akibatnya tidak sanggup mengembalikan pinjaman.

Jadi, buat saya tingginya bunga adalah hal yang penting diketahui oleh nasabah pinjaman online. Walaupun, banyak yang tetap mengambil pinjaman online karena kecepatan dan kemudahan lebih penting dibandingkan besarnya bunga.

didesak bayar hutang pinjaman online

2. Limit kredit yang kecil

Kekurangan yang kedua adalah limit pinjamannya yang kecil. Jika Anda ingin menggunakannya sebagai modal usaha, pinjaman tanpa jaminan tipe ini tidak cocok untuk Anda, karena limitnya tidak sebesar dengan menggunakan jaminan.

3. Data Pribadi di Aplikasi Pinjaman Online

Dalam mengajukan pinjaman online, sebagai bagian dari prosedur pinjaman online, calon peminjam wajib mengunduh aplikasi pinjaman online. lalu nasabah mengunduh aplikasi di ponsel dan dari situ mengajukan pinjaman.

Tentu saja, cara ini memberikan kemudahan. Kapan saja membutuhkan tinggal buka aplikasi pinjaman online di ponsel dan bisa mengajukan kredit.

Namun, resikonya adalah ekspose data data pribadi di ponsel yang diminta aksesnya oleh perusahaan pinjaman online saat nasabah mengajukan pinjaman, sangat banyak diantaranya wajib memberikan akses ke kontak dan penyimpanan.

Kepoin gan: FaceApp: Manipulasi wajah tapi kok Bahaya?

Apakah menarik data pribadi salah ?

Beberapa waktu lalu, OJK sebagai institusi yang memberikan 
dasar hukum pinjaman online, membahas dalam twitter mereka soal resiko pinjaman online terkait penggunaan data pribadi, yaitu:

OJK mengawasi pinjaman online

Menurut admin LiteTeknoID ini, pihak OJK tidak melarangnya, namun hanya memperingatkan akan resiko dan bahaya yang akan dihadapi oleh pemberi aksesnya.

4. Hanya untuk pinjaman dalam jangka waktu pendek

Pinjaman online cepat ini hanya cocok bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman dalam jangka waktu pendek.

Sebab, pinjaman yang diberikan hanya dalam jangka waktu maksimal 1 bulan – 3 bulan saja.

Sedangkan, bagi Anda yang membutuhkan dana besar dengan cicilan jangka panjang, ada baiknya untuk mengajukan KTA (Kredit Tanpa Agunan) atau kalau mau juga anda bisa ambil kredit dengan jaminan agar lebih aman karena di back-up harta anda.

5. Mudah masuk daftar hitam

Resiko yang terakhir adalah Anda akan mudah sekali masuk ke dalam daftar hitam BI ataupun daftar hitam APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Pemerintah).

Hal itu akan terjadi jika gugatan perdata di pengadilan terjadi kepada Anda. Gugatan ini terjadi jika pembayaran pinjaman Anda macet atau Anda tidak bisa melakukan pelunasan.

Setiap akan mengajukan pinjaman apapun itu jenisnya sebaiknya Anda tahu kekurangan dan kelebihannya terlebih dahulu, begitu pula dengan yang pinjaman tanpa jaminan yang satu ini.

Kabar Hangat: Kembangkan Game Lokal, Oolean akan berperan besar?

Jangan sampai karena kurangnya informasi tentang pinjaman dana tunai tanpa jaminan tersebut menimbulkan dampak buruk terhadap keuangan keluarga Anda ke depannya.

Referensi: 
CSULFinance
Duwitmu.com
Bisnis Liputan6.com

Kesimpulan

Hadirnya pinjaman online menawarkan alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Pengajuan kredit yang selama ini identik dengan lama dan rumit, sekarang menjadi mudah dan cepat.

Tetapi, calon nasabah wajib mengerti resiko dan kasus pinjaman online. Niscaya dengan memahami resiko tersebut, nasabah tidak akan menghadapi masalah yang tidak diinginkannya.

Boleh juga kamu share artikel ini agar tidak semakin banyak lagi korban dari pinjaman online, dan semoga kamu dan teman kamu bisa berhutang sewajarnya agar lolos dari jeratan hutang.

Sampai disini saya akhiri artikel tentang “5 Resiko Pinjaman Online Yang Wajib Kita Pahami”. Sampaikan di kolom komentar kalau misalnya kamu punya pertanyaan atau tanggapan, sampai bertemu di artikel menarik lainnya dari LiteTeknoID, sekian.

Artikel Menarik Lainnya :

2 thoughts on “5 Resiko Pinjaman Online Yang Wajib Kita Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *