Bill Gates mundur dari eksekutif Microsoft

bill gates
Bill Gates, founder Microsoft | Foto: Bloomberg via Getty Images

Kabar mengejutkan datang dari perusahaan teknologi pencetus OS Windows, Microsoft. Pimpinan mereka, Bill Gates, resmi mundur dari jajaran eksekutif perusahaan pada 13 Maret lalu.

Alasan pengunduran diri tersebut karena dia ingin fokus pada kegiatan filantropi yang sudah dilakukannya selama beberapa tahun belakangan ini. Meski begitu, dia akan menjadi penasihat teknologi bagi Satya Nadella, CEO Microsoft saat ini.

Perlu kamu tahu, Bill Gates sudah menduduki jabatan sebagai CEO Microsoft sejak tahun 1980an sampai 2008. Ia kemudian lengser pada tahun 2014 untuk menduduki jabatan sebagai anggota eksekutif.

Selain di Microsoft, dia bersama istrinya, Melinda Gates, membentuk lembaga amal bernama Bill & Melinda Gates Foundation. Melalui lembaga ini, mereka banyak melakukan aksi amal, yang utamanya untuk membantu kesehatan global. 

Dengan pengunduran dirinya dari kursi eksekutif, Gates diberitakan semakin mengurangi kontribusinya di Microsoft sampai ke titik paling rendah.

Dikutip dari TechCrunch pada 14 Maret 2020, Satya Nadella mengatakan dirinya merasa terhormat bisa bekerjasama dengan Bill Gates. Dia mengungkapkan, banyak pelajaran yang dia dapatkan dari pendiri Microsoft tersebut. 

“Menjadi sebuah kehormatan dan hak istimewa yang luar biasa untuk bisa bekerja dan belajar dari Bill selama bertahun-tahun,” kata Satya dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh Microsoft.

Saya berterima kasih atas persahabatan kami dan saya berharap bisa terus bekerja dengannya dalam mewujudkan misi kami untuk memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di planet ini untuk pencapaian yang lebih banyak lagi,” kata Satya.

Microsoft dan Bill Gates sendiri adalah salah satu saksi sejarah perkembangan teknologi. Dimana segala baik dan buruknya itu terjadi di kala Bill Gates menjadi nahkoda di perusahaan berlogo “jendela” tersebut.

Tak hanya itu, dia memiliki warisan lain, yaitu Gates Foundation, yang kini dikenal menjadi salah satu lembaga amal yang berkontribusi untuk dunia. Diperkirakan, popularitas lembaga ini bisa melampaui popularitas Microsoft itu sendiri.

Sekarang kita tunggu saja bagaimana generasi penerus dari Microsoft dapat meneruskan inovasi dan nama baik yang telah dibangun oleh perusahaan itu sejak pertama kali berdiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *