Google Bakal Kasih Rp 21 M Untuk yang Bisa Bobol Google Pixel

Selain mengandalkan OS Android, Google juga memiliki impian untuk merilis perangkat mereka sendiri. Salah satu perangkat yang sudah diluncurkan oleh mereka adalah Google Pixel.

Meski smartphone tersebut tidak bisa masuk secara resmi ke Indonesia karena terkendala aturan TKDN, tetapi beberapa gadget reviewer dari negara kita sepakat bahwa Google Pixel adalah ponsel dengan spesifikasi yang “cukup sempurna”.

foto: pocket-lint.com

Bicara soal Google Pixel, baru-baru ini Google mengeluarkan pernyataan bahwa produk smartphone mereka tersebut “sangatlah aman”. Bahkan untuk membuktikannya, mereka menantang bagi siapapun yang bisa meretasnya.

Dilansir dari Business Insider, (26/11/2019), Google bahkan tidak tanggung-tanggung dalam membuktikan pernyataannya tersebut. Jika ada yang bisa meretas Google Pixel, perusahaan yang membeli OS Android itu akan menghadiahkan uang sebesar USD 1,5 juta, atau setara Rp 21 miliar.

Tak hanya itu, Google juga mengumumkan bahwa mereka akan memberi USD 1 juta (setara Rp 14 miliar) bagi siapa saja yang bisa melakukan “full chain RCE” atau full chain remote code execution exploit terhadap smarthphone Android yang dijalankan menggunakan chip Titan M milik Pixel. Itu artinya, para peretas harus bisa mengakses smartphone Pixel dari jarak jauh.

Bahkan, mereka akan memberikan bonus 50% jika pemenang tantangan tersebut melakukan hacking pada versi Android yang masih dikembangkan.

Sekedar informasi, Google telah mengeluarkan uang sebesar USD 1,5 juta (setara Rp 21 miliar) sebagai hadiah dalam program “bug bounty” sepanjang tahun 2019. Para peretas yang ikut rata-rata telah mendapat hadiah sebanyak USD 3,800 (setara Rp 53 juta)

Tahun ini saja, Google telah memberikan hadiah dengan nominal terbesar USD 161,337 (setara Rp 2,2 miliar) untuk satu orang partisipan program tersebut.

Program pencarian bug dalam dunia white hacking tak hanya dilakukan oleh Google. Masih dari Business Insider, salah satu perusahaan teknologi terkemuka lainnya, Apple Inc., juga melakukan hal yang sama.

Pada bulan Agustus 2019 lalu, perusahaan yang didirikan oleh mendiang Steve Jobs ini mengumumkan bahwa mereka akan membayar USD 1 juta (setara Rp 14 miliar) bagi siapa pun yang bisa meretas fitur keamanan di iPhone dan perangkat berbasis iOS lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *