Jenis Jenis lisensi software yang wajib kamu ketahui | LiteTeknoID

Jenis Jenis lisensi software yang wajib kamu ketahui

Ketika kamu ingin mengintal sebuah software, kamu mungkin akan menemukan Software yang Trial version atau Full Version. Karena Jika dlihat dari lisensinya, ada perangkat lunak yang gratis, semi gratis, dan berbayar.

Untuk mengetahui jenis-jenis software (perangkat lunak) berdasarkan pada lisensinya, disini Aku akan bahas satu persatu.

Freeware

jenis jenis lisensi software
freeware

Freeware adalah perangkat lunak gratis yang dapat digunakan tanpa dengan batasan waktu. Freeware umumnya disumbangkan kepada komunitas-komunitas, namun memiliki hak sebagai pengembang dan pengontrol dalam pengembangan aplikasi selanjutnya.

Terkadang jika para pengembang aplikasi memutuskan untuk berhenti mengembangkan sebuah produk freeware, mereka akan memberikan source code (kode sumbernya) kepada pengembang lain atau mengedarkan kode sumber tersebut kepada umum sebagai software bebas yang bisa dikembangkan secara bersama-sama.

Shareware

jenis jenis lisensi software
shareware

Shareware adalah perangkat lunak uji coba yang diberikan secara gratis dengan keterbatasan fitur-fitur tertentu seperi ketersediaan, fungsi, dan kenyaman yang tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Shareware merupakan perangkat lunak uji coba yang bertujuan untuk memperkenalkan perangkat lunak tersebut dan sebagai strategi marketing pengembangan aplikasi Shareware.

Selain itu, biasanya perusahaan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba menggunakan program sebelum membeli lisensi versi lengkapnya. Shareware disebut juga dengan Trialware.

Commercial Software

jenis jenis lisensi software
commercial software

Commercial Software adalah jenis jenis software yang dibuat untuk tujuan komersil. Setiap pengguna yang ingin menggunakan atau mendapatkan software tersebut dengan cara membeli atau membayar pada pihak yang mendistribusikannya, bisa langsung kepada developers (pengembang) software, atau kepada rekanan dari pengembang software tersebut.

Pengguna yang menggunakan software berbayar biasanya tidak dilegalkan untk menyebarluaskan atau membagikan ulang software yang sudah dibeli lisensinya secara bebas tanpa izin dari penerbitnya.

Selain itu, biasanya perusahaan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba menggunakan program sebelum membeli lisensi versi lengkapnya. Shareware disebut juga dengan Trialware.

Firmware

jenis jenis lisensi software
firmware

Firmware adalah jenis aplikasi yang mengacu kepada software yang disimpan di dalam Memori Read Only (hanya baca). Tidak seperti memori akses acak, Firmware tidak akan dapat berubah meski tidak dialiri listrik.

Baca Juga :   Malas Mau Ke Konter, Nih Aplikasi Jual Pulsa Termurah di Android

Firmware berisi instruksi input/output dasar (semacam BIOS atau sistem operasi embedded) disimpan di dalam Firmware. Modifikasi memang masih bisa dilakukan, akan tetapi hal tersebut tergantung dari jenis jenis ROM (Read Only Memory) yang digunakan.

Firmware yang disimpan dalam ROM tidak dapat diubah, tetapi Firmware yang disimpan dalam ROM yang dapat diubah semacam EEPROM atau Flash ROM, masih dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Contohnya penggunaan firmware pada hardisk

Free Software

jenis jenis lisensi software
Freesoftware

Free Software (perangkat lunak bebas) adalah istilah yang diciptakan oleh Richard Stallman dan Free Software Foundation (organisasi nirlaba dan merupakan sponsor utama dari proyek GNU) yang mengacu kepada jenis software yang bebas untuk digunakan, dipelajari dan diubah serta dapat disalin dengan atau tanpa modifikasi, atau dengan beberapa keharusan untk memastikan bahwa kebebasan yang sama tetap dapat dinikmati oleh pengguna-pengguna berikutnya.

Bebas di sini juga berarti dalam menggunakan, mempelajari, mengubah, menyalin atau menjual sebuah software, seseorang tidak perlu meminta izin dari siapa pun. Dengan kata lain Kamu bisa mengutak atik sesuka hati.

Untuk dapat menjadikan free software sebagai perangkat lunak bebas, software tersebut biasanya harus memiliki sebuah lisensi, atau berada dalam domain publik dan menyediakan akses ke kode sumbernya bagi setiap orang.

Gerakan perangkat lunak bebas (free software movement) pertama kali dikembangkan pada tahun 1983, yang bertujuan untk memberikan pada setiap pengguna komputer.

Dengan konsep kebebasan ini, setiap orang bebas untk menjual perangkat lunak bebas, menggunakannya secara komersial dan mengambil untung dari distribusi dan modifikasi kode sumbernya.

Walaupun demikian setiap orang yang memiliki salinan dari sebuah jenis free software dapat pula menyebarluaskan software bebas tersebut secara gratis.

Baca Juga :   Ini Dia Aplikasi Baca Novel Terbaik dan Terlengkap

Jika semuanya disebarluaskan secara gratis dan bebas dimodifikasi sesuka hati, lalu dari mana dapat keuntungannya?

Biasanya, model bisnis dari perangkat lunak bebas terletak pada nilai tambah seperti dukungan, pelatihan, kustomisasi, integrasi atau sertifikasi. Dengan menggunakan model bisnis seperti ini, pastinya ada kekurangan dan kelebihannya juga.

Perangkat lunak bebas (free software) jangan disalahartikan dengan perangkat lunak gratis (freeware) yaitu perangkat lunak yang digunakan secara gratis. Perangkat lunak gratis dapat berupa perangkat lunak bebas atau perangkat lunak tak bebas.

Sejak akhir tahun 1990an, beberapa alternatif istilah untuk perangkat lunak bebas mulai muncul seperti “perangkat lunak sumber terbuka” (opensourcesoftware), “software libre”, “FLOSS”, dan “FOSS”.
Saat ini, umumnya perangkat lunak bebas tersedia secara gratis dan dibangun atau dikembangkan oleh suatu komunitas terbuka.

Para anggota komunitas tersebut biasanya bersifat sukarela tetapi dapat juga merupakan karyawan suatu perusahaan yang memang dibayar untuk membantu mengembangkan perangkat lunak tersebut.

Untuk memudahkan pemahaman mengenai perbedaan antara freeware (perangkat lunak gratis) dengan free software (perangkat lunak bebas), Richard Stallman selaku pendiri gerakan perangkat lunak bebas memberikan penjelasan sebagai berikut.

Perangkat lunak bebas adalah perihal kebebasan, bukan harga. Untuk mengerti konsepnya, Kamu harus memikirkan kata bebas seperti dalam kebebasan berpendapat, bukan bebas dalam arti makanan gratis.

Open Source

jenis jenis lisensi software
opensource

Open Source Software (perangkat lunak sumber terbuka) adalah jenis perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk dipelajari, dikembangkan, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan.

Karena sifat ini, umumnya pengembangannya dilakukan oleh satu komunitas terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan.

Anggota-anggota paguyuban itu seringkali sukarela tapi bisa juga pegawai suatu perusahaan yang dibayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak itu. Produk perangkat lunak yang dihasilkan ini biasanya bersifat bebass dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu.

Baca Juga :   mari memahami apa itu booting komputer

Lalu apa bedanya dengan Free Software? Semua perangkat lunak bebas adalah perangkat lunak sumber terbuka. Sebaliknya, perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.

Malware

jenis jenis lisensi software
malware

Malware adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk merusak sistem komputer, jejaring komputer tanpa izin dari pemiliknya. Malware disebut sebagai perangkat perusak yang berasal dari kata Malicious dan Software.

Istilah ini adalah istilah umum yang dipakai oleh pakar komputer untuk mengartikan berbagai macam perangkat lunak atau kode perangkat lunak yang mengganggu atau mengusik.

Istilah virus komputer kadang-kadang dipakai sebagai frasa pemikat (catch phrase) untuk mencakup semua jenis perangkat perusak, termasuk virus murni (true virus).

Istilah virus komputer digunakan sebagai sebutan dalam jenis perangkat perusak. Jenis-jenis perangkat perusak meliputi virus komputer, kuda troya (trojan horse), perangkat iklan (adware), cacing komputer, rootkit, perangkat pengintai (spyware), perangkat jahat (crimeware) dan perangkat lunak jahat lainnya.

komunitas terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan. Anggota-anggota paguyuban itu seringkali sukarela tapi bisa juga pegawai suatu perusahaan yang dibayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak itu. Produk perangkat lunak yang dihasilkan ini biasanya bersifat bebass dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu.

Lalu apa bedanya dengan Free Software? Semua perangkat lunak bebas adalah perangkat lunak sumber terbuka. Sebaliknya, perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.

Kesimpulan :

Ketika kamu ingin menginstal sebuah Software, pastikan dulu bahwa kamu memang memahami peruntukkannya software tersebut dibuat. Memang terkadang itu semua sulit untuk dipahami, tapi tidak ada salahnya jika kita bisa mengatisipasi data PC/ Laptop kamu di-hack ataupun terkena virus.

2 thoughts on “Jenis Jenis lisensi software yang wajib kamu ketahui

  • October 24, 2019 at 1:33 pm
    Permalink

    This is very interesting, You are a very skilled blogger. I’ve joined your rss feed and look forward to seeking more of your great post. Also, I have shared your website in my social networks!

    Reply
  • July 7, 2020 at 3:39 am
    Permalink

    I just want to mention I am all new to weblog and definitely loved this blog. Almost certainly I’m want to bookmark your site . You surely come with terrific posts. Regards for revealing your blog site.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *