Realme Bakal Bikin Ekosistem Sendiri dan Pisah dari Oppo

Realme dikabarkan akan keluar (spin-off) dari perusahaan induknya, Oppo, dan selanjutnya menjadi perusahaan independen. Hal ini diungkapkan oleh salah satu petinggi perusahaan tersebut.

Sebenarnya, Realme baru diketahui telah beroperasi secara independen serta memiliki bagian R&D dan pemasaran sendiri. Namun, Realme masih berbagi sumber daya dengan Oppo.

Dikutip dari GSM Arena, COO Realme Taiwan, Chung Hsiang Wei mengatakan bahwa rencana perusahaan ke depan berniat adalah membangun ekosistem dan lini produksinya sendiri.

Rencana spin-off tersebut sepertinya lantaran perkembang bisnis Realme yang terus meningkat. Hal tersebut dibuktikan dari prestasi mereka menempati peringkat 7 dalam pengiriman smartphone global serta diakui sebagai merek smartphone yang pertumbuhannya paling cepat.

Di Indonesia sendiri, perkembangan Realme juga menanjak naik. Jika dilihat dari data IDC, Realme berada di urutan kelima dalam skala pengiriman di Indonesia pada kuartal kedua, yaitu 6,1%. Namun di kuartal ketiga, Realme beranjak naik ke posisi keempat, dengan perolehan 12,6%

Chung juga berkata Realme sudah berada di lima merek teratas untuk penjualan online di India. Melansir XDA Developer, Realme juga sudah berekspansi ke lebih dari 20 negara, termasuk Indonesia, Spanyol, dan Rusia.

Meski akan berpisah, Chung mengungkapkan bahwa Realme tidak akan bersaing langsung dengan Oppo. Hal tersebut karena dari segi strategi, keduanya menargetkan segmen pasar yang berbeda.

Oppo mulai mengubah haluan ke segmen premium, dengan merilis ponsel seri Reno. Sementara Realme berfokus pada unsur teknologi dan fashion pada smartphone-nya.

Untuk menunjukkan perbedaan target pasar keduanya, Chung juga bilang bahwa 60% pengguna Oppo adalah wanita, sementara 60% pengguna Realme adalah pria.

Selain itu, Chung menyatakan bahwa Realme berencana untuk memperluas jenis perangkatnya ke pasar wearable. Hal ini akan dimulai dari diluncurkannya true wireless earphone pertama yang kabarnya mulai dirilis pada bulan Desember.

Tak hanya itu, Realme juga dilaporkan sedang mengembangkan sejumlah perangkat 5G. Salah satu perangkat tersebut diisukan bakal hadir dalam beberapa minggu ke depan.

Palson Yi, Senior Brand Manager, Realme Indonesia, saat ditemui CNBC Indonesia di Aston Kuningan Suites pada Jumat (29/11/2019) mengatakan: “Saat Realme dibentuk, memang sudah independen.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *